Sunday, November 29, 2020

[Kelas 8] Hubungan Usaha dan Energi

Usaha (W) merupakan gaya yang menyebabkan terjadinya perpindahan benda dari satu tempat ke tempat lainnya. Energi (E) adalah kemampuan untuk mengerjakan sesuatu dengan sifat kekal. Satuan usaha dan energi keduanya dinyatakan dalam satuan joule (j). Sifat energi tidak bisa dimusnahkan tetapi bisa berubah bentuk. Sebuah benda yang mengalami perubahan energi terjadi karena mendapatkan usaha dari gaya yang bekerja pada benda tersebut. Sehingga, antara usaha dan energi memiliki hubungan yang sangat erat. Hubungan tersebut dapat dinyatakan dalam sebuah hubungan rumus usaha dan energi.

Sebelumnya, ingat kembali bagaimana masing – masing nilai besar usaha dan energi diperoleh. Besar usaha (W) untuk memindahkan sebuah benda dengan gaya sebesar F sejauh s dinyatakan dalam rumus W = F × s. Besar energi tergantung dari jenis energi yang dialami suatu benda, misalnya pada energi potensial dan kinetik. Besar energi potensial (Ep) dipengaruhi oleh ketinggian (h) benda, sedangkan besar energi kinetik (Ek) dipengaruhi kecepatan (v) benda. Rumus mencari energi potensial dan energi kinetik berturut – turut dinyatakan dalam persamaan Ep = m · g · h dan Ek = 1/2 · m · V2·

Rumus usaha dan energi dapat dinyatakan dalam sebuah hubungan. Bagaimanakah hubungan rumus usaha dan energi potensial? Bagaimanakah hubungan rumus usaha dan energi kinetik? 


Hubungan Usaha dan Energi Potensial

Besar energi potensial sangat dipengaruhi oleh ketinggian benda dari permukaan tanah. Semakin tinggi letak benda dari permukaan tanah, energi potensial yang ada pada benda tersebut semakin besar. Begitupula sebaliknya, semakin dekat/rendah letak benda dari permukaan tanah maka energi potensial benda tersebut semakin kecil. Selain ketinggian, besar energi potensial juga dipengaruhi oleh massa benda (m) dan gaya gravitasi (g) pada suatu tempat.

Perpindahan benda terjadi karena adanya usaha yang bekerja pada benda tersebut. Suatu benda yang terletak pada titik 1 dan bergerak ke titik 2 memerlukan usaha. Besarnya usaha gaya gravitasi sama dengan gaya gravitasi (m × g) dikalikan dengan perpindahan benda (h1 – h2).

Besarnya energi potensial gravitasi sama dengan energi potensial akhir dikurangi energi potensial mula – mula ( ΔEp = Epakhir – Epawal). Dengan ΔEp merupakan negatif perubahan energi potensial gravitasi. Persamaan ini menyatakan bahwa usaha yang dilakukan oleh gaya gravitasi sama dengan minus perubahan energi potensial gravitasi.


Hubungan Usaha dan Energi Kinetik

Setiap benda yang bergerak memiliki energi kinetik yang besarnya dipengaruhi oleh kecepatan benda. Besar energi kinetik akan semakin besar saat kecepatan yang dimiliki benda semakin tinggi, begitu juga sebaliknya. Energi dari benda bergerak timbul karena adanya usaha yang bekerja pada benda tersebut.

Sebelumnya, ingat kembali persamaan – persamaan pada Gerak Lurus Berubah Beraturan (GLBB). Besarnya kecepatan (V) dan jarak (s) yang ditempuh benda pada GLBB diberikan seperti persamaan berikut.

Rumus kecepatan benda pada gerak lurus berubah beraturan:

Vt = V0 · t + at

Vt = 0 · t + at

Vt = at

Rumus jarak yang ditempuh benda pada gerak lurus berubah beraturan:

s = V0 ·t + 1/2 · at2

s = 0·t + 1/2 · at2

s = 1/2 · at2

at2 = 2s

Kedua persamaan di atas akan dibutuhkan pada penurunan rumus selanjutnya.  

Sebuah gaya (F) bekerja pada suatu benda dengan massa m yang berada pada titik 1 dengan kecepatan V1 = 0 (benda mula – mula dalam keadaan diam). Setelah t sekon, benda bergerak sejauh s dan berada pada titik 2 dengan kecepatan V2. Persamaan selisih kecepatan benda pada dua titik diberikan seperti berikut.

V22 – V12 = V22 – 02

V22 – V12 = (at)2

V22 – V12 = (at)2

V22 – V12 = a2 · t2

V22 – V12 = a · at2

V22 – V12 = a · 2s

V22 – V12 = 2as

as = 1/2(V22 – V12)

Persamaan selisih kuadrat kecepatan di atas akan berguna untuk menentukan rumus hubungan usaha dengan energi kinetik. Benda bergerak memerlukan usaha (W) yang besarnya tergantung pada besar energi kinetik benda. Hubungan usaha dan energi potensial terlihat seperti pada persamaan di bawah.






https://idschool.net/sma/hubungan-rumus-usaha-dan-energi-potensial-dan-kinetik/


Tuesday, November 24, 2020

[Kelas 7] Klasifikasi Kingdom Fungi

Jika dilihat sekilas, jamur memiliki bentuk seperti tumbuhan. Namun ternyata jamur bukanlah termasuk ke dalam dunia tumbuhan (plantae), karena jamur tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat menghasilkan makanan sendiri melalui proses yang bernama fotosintesis.
 
Sebetulnya, jika dilihat dari cara jamur mendapatkan makanan, jamur lebih cenderung seperti hewan yang sifatnya heterotrof atau mendapatkan makanan dari sumber maupun organisme lain.

Terdapat lebih dari 50.000 spesies jamur yang ada di dunia ini, dengan sifat atau karakter yang tidak sama antara satu dengan yang lainnya. Mikologi adalah ilmu tentang jamur, yang berasal dari bahasa Yunani, mykos  yang berarti cendawan atau salah satu jenis jamur berbentuk payung.

Ciri-Ciri Fungi:
  1. Mempunyai hifa (benang tunggal atau bercabang), kumpulan hifa disebut miselium
  2. Menghasilkan spora
  3. Tidak memiliki klorofil untuk berfotosintesis
  4. Berkembangbiak secara seksual dan aseksual
  5. Dinding sel jamur tersusun atas kitin, glukan, selolosa, dan mannan.
Reproduksi Fungi
 Di penjelasan sebelumnya, Burhan telah menyebutkan bahwa perkembangbiakan kingdom Fungi bisa dilakukan secara seksual maupun aseksual. Tahukah kamu bagaimana mekanisme reroduksi tersebut? Mari simak penjelasan ini dengan baik.
    Campbell (2003) menyebutkan bahwa, secara aseksual, jamur dapat membelah diri dan membentuk spora, kemudian spora tersebut akan terbawa angin dan air lalu spora tersebut berkecambah di tempat lembab maupun di atas permukaan yang sesuai.
       Sementara itu, Pelczar (1986) mengatakan, selain spora yang dihasilkan dengan cara aseksual, terdapat spora yang dihasilkan jamur secara seksual, yaitu dari meleburnya dua nukleus.
Klasifikasi Fungi
Selanjutnya, jamur-jamur ini akan dikelompokan menjadi beberapa kategori berdasarkan bentuknya, yaitu:

A. Khamir (yeast)

Dikenal juga dengan sebutan ragi.

Yeast

Gambar Sel Yeast

Sumber: Wikimedia Commons


B. Kapang (mold)

Jika kamu pernah melihat jamur yang bentuknya seperti benang, maka makhluk hidup itulah yang disebut kapang.


C. Cendawan (mushroom)

Jamur yang memiliki tubuh buah dan tersusun atas banyak sel.

Mushroom

Gambar Mushroom

Sumber: Wikimedia Commons

Selain itu, fungi juga terbagi dalam beberapa divisi berdasarkan cara perkembangbiakannya, diantaranya:


D. Zygomycota

Tubuh Zygomycota terdiri atas hifa yang bersekat melintang maupun yang tidak bersekat melintang. Hifa dari Zygomycota memliki banyak cabang. Kebanyakan jamur jenis ini hidup di tanah, bangkai atau organisme yang sudah mati lainnya. Selain itu, Zygomycota  dapat  hidup dalam berbagai makanan seperti roti, tempe ataupun nasi.  Zygomycota berkembang biak secara aseksual melalui spora, sedangkan secara seksual dengan zygospora. Contoh dari Zygomycota adalah jamur Rhizopus oryzae ditunjukkan pada gambar di bawah ini yang merupakan jamur yang membantu dalam pembentukan tempe.

Zygomycota

Struktur Fungi Zygomycota

Sumber: Wikimedia Commons


E. Ascomycota

Ascomycota memiliki anggota yang berukuran mikroskopis maupun makroskopis. Ciri khas dari Ascomycota adalah mampu menghasilkan askospora atau spora askus. Askospora digunakan sebagai alat perkembangbiakan seksual pada Ascomycota sedangkan secara aseksual dilakukan dengan cara pembentukan tunas, fragmentasi, maupun pembentukan konidia. Ragi atau Saccharomyces cerevisiae merupakan contoh dari Ascomycota. Ragi mampu mengoonversi gula menjadi alkohol dan kabondioksida.

Ascomycota

Gambar Struktur Ascomycota

Sumber: ascomycotarobinson.weebly.com


F. Basidiomycota

Sebagian besar anggota dari Basidiomycota merupakan jamur yang berukuran makroskopis. amur dari divisi Basidiomycota mudah dikenali karena bentuknya yang mirip seperti payung. Dari sekitar 25.000 spesies jamur payung ini, ada yang bisa dimakan, tapi ada pula yang mengandung racun. 

Basidiomycota memiliki hifa yang bersekat melintang dengan satu hingga dua inti (dikariotik). Dari hifa dikarotik ini akan muncul tubuh buah (basidiokarp) yang berbentuk payung.

Reproduksi aseksual dilakukan dengan membentuk konidia sedangkan reproduksi seksual dilakukan dengan membentuk basidiospora. Contoh dari jamur Basidiomycota adalah jamur tiram atau Pleurotus yang seringkali digunakan sebagai bahan makanan.

Basidiomycota

Gambar Struktur Basidiomycota

Sumber: Wikimedia Commons


G. Deuteromycota

Jika sebelumnya kita telah mengetahui alat perkembangbiakan seksual dari setiap divisi jamur, maka divisi Deutromycota ini terbentuk sebagai divisi sementara karena tidak semua jamur telah diketahui cara perkembangbiakan seksualnya. Kira-kira terdapat sekitar 1500 jenis jamur yang belum diketahui cara perkembangbiakan seksualnya.

Akibatnya ilmuan tidak dapat menggolongkan jamur yang belum diketahui cara perkembangbiakannya ke dalam divisi jamur yang sudah ada seperti Zygomycota, Ascomycota, Basidiomycta. Sebagai contoh, pada mulanya jamur oncom atau Monila sitophila digolongkan ke dalam Deutromycota.

Namun setelah diketahui alat perkembangbiakannya, maka jamur oncom digolongkan ke dalam divisi Ascomycota dan namanya berubah menjadi Neurospora sitophila.


Peranan Fungi dalam Kehidupan

Setiap makhluk yang hidup itu, pasti punya perannya masing-masing termasuk kingdom fungi ini. Beberapa contohnya sudah disebutkan. Pada intinya, jamur memiliki peranan yang cukup penting dalam kehidupan. Fungi bisa digunakan dalam bidang pertanian sebagai agen pemfiksasi nitrogen, sebagai antibiotik, vitamin obat, hingga sebagai sumber makanan dan agen pembantu dalam proses fermentasi.

Penjelasan tentang kingdom Fungi di atas sudah kamu pelajari. Beberapa jenis dari fungi ini ada yang merugikan dan juga merusak organisme lain, namun banyak juga diantaranya yang menguntungkan manusia.





https://blog.edukasystem.com/kingdom-fungi/

Monday, November 23, 2020

[Kelas 8] Energi

Untuk mendeskripsikan pengertian energi cukuplah sulit. Jika kita berbicara tubuh, kita memerlukan energi. Jika kita berbicara alam sekitar, juga ada energi. Nach, pertemuan kita kali ini masih ada hubungannya dengan usaha, maka kita tidak membahas tentang energi tubuh.

Pada hakikatnya, energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, akan tetapi energi dapat diubah dari suatu bentuk energi ke bentuk energi yang lain. Karena energi yang kita bahas pada pertemuan ini ada hubungannya dengan usaha, maka energi dapat didefinisikan sebagai ukuran kemampuan suatu benda untuk melakukan suatu usaha. Satuan untuk mengukur energi adalah joule (J).

Macam-Macam Energi
A. Energi Potensial
    Energi potensial adalah energi yang tersimpan dalam suatu benda akibat kedudukan atau posisi benda tersebut. Energi potensial terbagi menjadi 3, yaitu energi potensial gravitasi, energi potensial listrik, dan energi potensial elastis. Yang akan kita bahas pada pertemuan ini adalah energi potensila gravitasi. Energi potensial disebut juga energi diam karena benda yang berada dalam keadaan diam dapat memiliki energi potensial.

Contoh penerapan energi potensial dalam sehari-hari:

  • Prinsip kerja ketapel
    Pada ketapel terdapat karet atau pegas yang berfungsi sebagai pelontar batu atau peluru mainan. Karet atau pegas yang ditarik dan ditahan memiliki energi potensial. Jika karet atau pegas dilepaskan, maka energi potensial akan berubah menjadi energi kinetik


  • Prinsip kerja pembangkit listrik tenaga air
    Prinsip yang digunakan hampir sama yaitu dengan menaikkan potensial gravitasi air-air yang terkumpul.

  • Buah di Pohon 

energi potensial buah di pohon
Energi potensial yang dimiliki oleh buah yang berada di atas pohon. Buah tersebut memiliki energi yang disebut energi potensial. Buktinya, ketika buah jatuh, maka buah memiliki kecepatan. Artinya, buah tersebut memiliki energi saat berada di atas pohon, yaitu energi potensial.
Persamaan energi potensial yaitu:
Conoh Soal 1:
Hitunglah energi potensial benda 10 kg pada ketinggian 5 m diatas tanah (g = 10 m/s2)!

Diketahui:
  • m = 10 kg
  • h = 5 m
  • g = 10 m/s2
Ditanyakan:
  • EP.....?
Penyelesaian:
    EP = m . g . h
         = 10 kg . 5 m .  10 m/s2
         = 500 J

Jadi, energi potensial benda tersebut adalah 500 Joule.

Contoh Soal 2:
Energi potensial sebuah benda yang berada pada ketinggian 20 m adalah 200 joule. Jika percepatan gravitasi 10 m/smaka berapa massa benda?

Diketahui:

  • h = 20 m
  • EP = 200 J
  • g = 10 m/s2
Ditanyakan:
  • m.....?
Penyelesaian:
    EP     = m . g . h
    200 J = m . 10 m/s2 . 20 m
    m       = 200 J/(10 m/s2). 20 m
    m       = 1 kg



B. Energi Kinetik
Energi kinetik adalah energi yang dimiliki suatu benda karena benda tersebut bergerak. Jadi, setiap benda yang bergerak memiliki energi kinetik. Contohnya, energi kinetik dimiliki oleh sepeda yang dikayuh, pesawat yang sedang terbang, dan singa yang  sedang berlari.
Persamaan untuk energi kinetik adalah sebagai berikut:

Contoh Soal 1:
Sebuah batu dengan massa 30 g dipasangkan pada ketapel dan dilesat kan dengan kecepatan 15 m/s. tentukan energy kinetic pada batu tersebut ?

Contoh Soal Energi 2
Diketahui
m = 3 g =3 x 10-2 Kg
v  = 15 m/s
Penyelesaian
EK = ½.m.v2
EK = ½. 3×10-2 .152      
EK = 3,375 J


Contoh Soal 2
Sebuah mobil jip mempunyai energi kinetik sebesar 560.000 Joule. Jika mobil tersebut mempunyai massa sebesar 800 kg, maka kecepatan mobil jip tersebut adalah …

Diketahui:
Energi kinetik (Ek) = 560.000 Joule
Massa mobil (m) = 800 kg

Ditanyakan:
Kecepatan mobil (v)?

Jawab:
    Ek = 1/2 . m v2
    v   = √ 2 x Ek/m
    v   = √ 2 x 560.000 / 800
    v   = 37,42 m/s

Jadi kecepatan mobil jip adalah 37,42 m/s





https://rumuspintar.com/usaha-energi/
https://saintif.com/rumus-energi-kinetik/
https://www.fisika.co.id/2020/08/rumus-energi-potensial-soal.html

Saturday, November 21, 2020

[Kelas 8] Konsep Usaha

Usaha adalah suatu gaya yang dilakukan pada sebuah benda dan menyebabkan benda itu bergerak. Usaha yang dilakukan sebanding dengan besarnya gaya dan perpindahan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita tentu membutuhkan tenaga yang cukup besar untuk melakukan kegiatan. Misalnya, mendorong meja dan lemari agar berpindah tempat. Kegiatan semacam ini disebut usaha.

Kita telah mengetahui bahwa benda dapat bergerak karena adanya gaya. Suatu gaya yang dilakukan pada sebuah benda dan menyebabkan benda itu bergerak disebut usaha.

Jenis- jenis Usaha
A. Usaha Positif
    Pengertian usaha positif adalah usaha yang dilakukan gaya pada suatu benda dan benda tersebut bergerak searah dengan gaya.

B. Usaha Negatif
Pengertian Usaha Negatif adalah usaha yang dilakukan gaya pada suatu benda dan benda tersebut bergerak berlawanan dengan arah gaya tersebut.


C. Usaha Nol
Bagaimana Usaha dapat bernilai Nol??
Ada tiga hal yang mempengaruhi usaha bernilai nol, yaitu:
1. Gaya tegak lurus dengan arah perpindahan


2. Benda yang diberikan gaya tidak mengalami perpindahan



3. Benda tidak diberikan gaya



Rumus Usaha

Usaha dinotasikan dengan W yang merupakan singkatan bahasa Inggris dari Work yang berarti kerja. Satuan usaha adalah Joule yang didefinisikan sebagai besarnya energi yang dibutuhkan untuk memberi gaya sebesar satu Newton sejauh satu meter. Oleh sebab itu, 1 Joule sama dengan 1 Newton meter (N.m).

Untuk mendapatkan nilai gaya, berikut persamaannya:

Rumus itu berlaku ketika gaya yang diberikan pada benda, datar. Lain lagi jika gaya yang diberikan memiliki sudut (miring).


_____________________________________________
Setelah membaca dan memahami materi tersebut, kalian pasti tidak sabar untuk mengasah kemampuan kaliankhaannn??!!!
Langsung saja klik gambar berikut:
Selamat mengerjakan...!!!!
________________________________________________







https://blog.ruangguru.com/memahami-konsep-usaha-dalam-fisika
https://www.studiobelajar.com/usaha-energi-rumus-kinetik-potensial/

Friday, November 20, 2020

[Kelas 7] Klasifikasi Kingdom Animalia - Vertebrata

Vertebrata merupakan kelompok hewan yang memiliki vertebrae (tulang belakang) memanjang pada bagian dorsal (punggung) kepala hingga ekor. Vertebrata terbagi atas beberapa kelas, diantaranya yaitu:

1. Kelas AGNATHA (Cyclostomata)

AGNATHA

  • Tidak memiliki rahang
  • Tubuh seperti ikan, tidak bersisik, dan tidak mempunyai pasangan sirip
  • Jantung 2 ruang
  • Contoh : belut laut (Petromyzon )
  • ikan hantu/hagfish (Myxine )

2. Pisces

Pisces

Kelas pisces merupakan kelompok hewan yang hidup di air. Bagian luar tubuh ikan dilindungi oleh eksoskeleton berupa sisik. Pisces dapat bernapas di dalam air berkat insang yang ada pada tubuhnya. Pisces adalah hewan poikiloterm (hewan berdarah dingin) yang dapat menyesuaikan suhu tubuhnya dengan suhu air tempat hidupnya. Ordo dari pisces yaitu, Agnatha, Chondricthyes dan Ostheichthyes.


3. AMPHIBIA

AMPHIBIA  

Amfibi merupakan kelompok hewan yang dapat hidup di air maupun di darat. Contoh hewan amfibi yaitu, katak, kodok, salamander. Amfibi bernapas dengan paru-paru dan kulitnya. Jenis amfibi yang hidup di darat harus menemukan air untuk dapat bertelur. Larva amfibi disebut kecebong. Kecebong mirip dengan ikan kecil dan hidup di air. Pada masa ini kecebong bernapas dengan insang. Amfibi merupakan hewan poikiloterm (berdarah dingin). Ordo dari Amfibi yaitu: Anura, Caudata, Gymnophiona.


4. Reptilia

Reptilia

Reptil merupakan vertebrata pertama yang dapat beradaptasi di daerah kering. Reptil bersifat autotomi yaitu dapat memutuskan bagian tubuh tertentu jika dalam keadaan bahaya. Contoh, ular, buaya, alligator, kadal, kura-kura. Ordo dari reptile yaitu: Squamata, Crocodilia, Chelonia dan Rynchochepalia.


5. Aves

Nama lain dari Aves yaitu Burung. Memiliki bulu yang menutupi seluruh permukaan tubuh. Bulu burung terbagi atas filoplumae (sebagai sensoris), plumulae (sebagai isolator) dan plumae (untuk terbang). Burung merupakan hewan Homoiterm (berdarah panas). Burung memiliki Saccus pneumaticus (kantung hawa) yang berfungsi sebagai respirasi saat terbang, mengatur berat badan saat terbang, memperkeras suara dan membungkus organ dalam agar tidak dingin ketika terbang.

Contoh Lainnya : elang, penguin, bebek.

Kelas Aves memiliki 27 ordo diantaranya yaitu: Apterygiformes, Struthioniformes, Rheiformes, Casuarriiformes, Tinamiformes, Podicipediformes, Gaviiformes, Spheniscitormes, Procellariiformes, Pelecaniformes, Ciconiiformes, Anseriformes, Falconiformes, Galliformes, Gruiformes, Caradriiformes, Columbiformes, Psittaciformes, Cuculiformes, Strigiformes, Caprimulgiformes, Apodiformes, Trogoniformes, Coliiformes, Coraciiformmes, Piciformes dan Passeriformes.


6. Mammalia

Mammalia

Kelas Mammalia merupakan kelas yang memiliki mammae gland (kelenjar susu) dan rambut yang menutupi permukaan tubuh. Mammalia terbagi atas Mammalia bertelur (ex: platypus), Mammalia berkantung (ex:Kanguru, Koala) dan Mammalia berplasenta yang bersifat vivipar (melahirkan) (Contoh :kucing, anjing, harimau, hyena dll).

Klasifikasi Mamalia

Klasifikasi Mamalia terdiri dari beberapa ordo:
  1. Monotremata (mamalia berparuh bebek), hewan ovivar. Contoh, Platypus
  2. Marsupilia (hewan berkantong), Contoh; kanguru
  3. Insectivora (hewan pemakan serangga). Contoh, landak
  4. Chiroptera (mamalia bersayap). Contoh, kelelawar
  5. Rodentia (hewan pengerat). Contoh, marmut
  6. Lagomorpha (golongan kelinci)
  7. Cetacea (golongan paus)
  8. Sirenia (sebangsa duyung)
  9. Carnivora (pemakan daging)
  10. Proboscidea (mamalia berbelalai)
  11. Perissodactila (berkuku gasal): zebra, badak
  12. Artiodactyla (berkuku genap): babi, unta, jerapah, domba
  13. Primata (derajat yang paling tinggi).

Sistem Organ Kingdom Animalia

1. Sistem Rangka
    Sistem Rangka pada Kingdom Animalia terbagi atas 2 yaitu Eksoskeleton dan Endoskeleton. Eksoskeleton adalah rangka yang berada di luar tubuh hewan dan fungsinya untuk membungkus dan melindungi organ dalam yang lunak. Contoh pada hewan Invertebrata yaitu dari filum Athropoda.
    Sedangkan Endoskeleton adalah rangka yang terdapat dalam tubuh hewan. Endoskeleton dibungkus oleh kulit dan daging. Contoh pada hewan Vertebrata.

2. Sistem Respirasi (Pernapasan)
    Kelompok Vermes (Cacing) menggunakan permukaan tubuhnya untuk bernapas. Sistem Pernapasan Serangga disebut system penapasan Trakea. Sedangkan Ikan dan Hewan Laut lainnya seperti udang, kepiting, cacing laut dan bintang laut bernapas menggunakan system Insang.
    Katak dewasa menggunakan paru-paru dan kulit untuk bernapas. Adapun larva katak (berudu) menggunakan insang luar. Pada salamander, insang luar tetap ada hingga dewasa. Burung memiliki paru-paru yang dibantu oleh Saccus pneumaticus (kantung hawa).

3. Sistem Sirkulasi (Sistem Peredaran Darah)
    Sistem peredaran darah pada makhluk hidup multiseluler dapat dibedakan atas peredaran darah terbuka dan peredaran darah tertutup. Pada peredaran darah terbuka, darah yang mengalir tidak selalu berada dalam pembuluh darah. Adapun peredaran darah tertutup, darah mengalir dalam sistem pembuluh darah.
    Jantung ikan memiliki dua ruang yaitu atrium dan ventikel. Pada Amphibia, jantungnya memiliki tiga ruang, yaitu atrium kanan, atrium kiri, ventrikel. Jantung Reptilia memiliki empat ruang, namun sekat antara ventrikel kanan dan kiri belum sempurna. Pada Aves dan Mammalia, jantungnya memiliki empat ruang sehingga tidak akan terjadi pencampuran antara darah kaya O2 dengan darah kaya CO2 .

4. Sistem Reproduksi.
    Sistem Reproduksi pada Kingdom Animalia sangat bervariasi. Ada yang bereproduksi secara Aseksual, Seksual, maupun keduanya. Reproduksi secara aseksual yaitu reproduksi yang terjadi secara pembelahan, pertunasan dan regenerasi. Contoh hewan yang memiliki system reproduksi secara aseksual yaitu amoeba, hydra dll.
    Reproduksi secara seksual yaitu reproduksi yang terjadi dengan peleburan antara gamet jantan dan gamet betina sehingga terjadi fertilisasi dan menghasilkan individu baru. Fertilisasi terbagi menjadi dua, fertilisasi internal dan eksternal. Fertilisasi internal yaitu pembuahan yang terjadi di dalam tubuh, contoh hewannya yaitu kucing, anjing, tikus, kelinci dsb. Sedangkan fertilisasi eksternal yaitu pembuahan yang terjadi di luar tubuh. Contoh hewannya yaitu Katak, kodok, dan beberapa jenis ikan.
    Selain itu ada organisme yang bereproduksi secara parthenogenesis (sel telur yang berkembang menjadi individu baru tanpa dibuahi oleh sel sperma), contoh lebah dan semut.





https://www.gurupendidikan.co.id/kingdom-animalia/

Tuesday, November 17, 2020

[Kelas 7] Klasifikasi Kingdom Animalia - Invertebrata

Kingdom Animalia atau biasa disebut hewan adalah organisme eukariotik (organisme dengan sel kompleks) yang multiseluler. Berbeda dengan tumbuhan, hewan tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis untuk membuat makanannya sendiri.

Ciri Ciri Kingdom Animalia
  1. Makhluk Hidup Multiseluler (Memiliki banyak sel)
  2. Bersifat Heterotrof (tidak dapat membuat makanan sendiri)
  3. Memerlukan Oksigen
  4. Memiliki sel otot untuk penggerak dan sel saraf untuk rangsangan
  5. Reproduksi Umumnya Seksual, namun beberapa filum juga menggunakan reproduksi aseksual
  6. Bentuk Dewasanya selalu diploid (2n)

Kingdom animalia adalah salah satu kingdom yang memiliki anggota yang paling banyak dan bervariasi. Secara garis besar kingdom animalia dapat dikelompokkan menjadi dua golongan, yaitu golongan vertebrata (hewan bertulang belakang) dan golongan invertebrata (hewan tak bertulang belakang).

1. Invertebrata
Kelompok Invertebrata terbagi atas beberapa filum yaitu Porifera, Coelenterata, Plathyhelminthes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda dan Echinodermata.

A. Phylum Porifera (Hewan Berpori/Spons)
Porifera  
  • Hewan multiseluler dengan tubuh berpori, jaringan yang belum terbentuk, memiliki rangka serta saluran air.
  • Bersifat heterotrof dengan memperoleh makanan di air yang masuk ke dalam tubuh melalui pori.
  • Hidup di laut, melekat pada batu atau benda lainnya.
  • Reproduksi secara aseksual dengan pembentukan tunas, gemmule (tunas internal) dan regenerasi. Reproduksi secara seksual dengan pembentukan gamet.
  • Porifera digolongkan menjadi tiga kelas berdasarkan penyusun rangka, yaitu Hexactinellida, Demospongiae dan Calcaera.
  • Peranan Porifera sebagai spons mandi atau alat gosok, dan berpotensi sebagai obat kanker.

B. Phylum Coelenterata (Hewan Berrongga)

Coelenterata

  • Hewan multiseluler diploblastik yang tubuhnya telah terbentuk jaringan, berbentuk polip atau medusa dengan tentakel berpenyengat, memiliki rongga pencernaan, system saraf sederhana dan tidak memiliki system ekskresi.
  • Bersifat heterotrof dan menggunakan tentakel untuk menangkap mangsa.
  • Habitat terdapat di laut
  • Reproduksi secara aseksual dengan pembentukan tunas oleh polip dan reproduksi secara seksual dengan pembentukan gamet oleh medusa atau polip.
  • Berdasarkan bentuk dominan dalam siklus hidup dibedakan menjadi tiga kelas, yaitu Hydrozoa, Scyphozoa dan Anthozoa.

C. Phylum Platyhelminthes (Cacing Pipih)

Platyhelminthes

  • Hewan triploblastik aselomata dengan tubuh simetri bilateral berbentuk pipih, memiliki system saraf, system pencernaan dengan satu lubang, tidak memiliki system sirkulasi, respirasi dan ekskresi.
  • Hidup bebas di laut, air tawar, tempat lembab atau parasit pada hewan serta manusia.
  • Bersifat hemafrodit, reproduksi seksual secara sendiri atau silang, reproduksi aseksual dengan fragmentasi yang diikuti regenerasi.
  • Klasifikasi dibedakan menjadi tiga kelas, yaitu Turbellaria, Trematoda dan Cestoda.

D. Phylum Nemathelminthes (Cacing Benang)
  • Hewan triploblastik pseudoselomata, tubuh simetri bilateral berbentuk bulat panjang dilapisi kutikula dengan system pencernaan lengkap, system sirkulasi oleh cairan pseudoselom, tidak memiliki system respirasi dan ekskresi.
  • Hidup bebas atau parasit
  • Hidup di tanah basah, dasar perairan tawar atau laut bebas, bersifat parasitik pada manusia, hewan dan tumbuhan.
  • Reproduksi secara seksual
  • Contoh Nemathelminthes yang parasitik yaitu cacing gelang, cacing tambang, cacing kremi, cacing filarial dan cacing Trichinella.

E. Annelida (Cacing Gelang)

Annelida

  • Hewan triploblastik selomata, tubuh simetri bilateral bersegmen, memiliki otot, system pencernaan lengkap, system sirkulasi, system saraf tangga tali yaitu sistem saraf yang terdiri dari ganglia otak di depan tubuh dekat dengan faring dan tali saraf yang menembus segmen tubuh serta memiliki system ekskresi. Tidak memiliki system respirasi, bersifat hemafrodit atau gonokoris (alat kelamin jantan dan betina terpisah pada individu yang berbeda).
  • Hidup bebas di dasar laut, perairan tawar, tanah dan tempat yang lembab atau parasit pada vertebrata.
  • Reproduksi secara seksual atau aseksual.
  • Dibedakan atas 3 kelas yaitu, Polychaeta, Oligochaeta dan Hirudinea.

F. Phylum Mollusca (Hewan Lunak)

Mollusca

  • Hewan triploblastik selomata dengan simetri bilateral, bertubuh lunak, hidup bebas di laut, air tawar maupun darat.
  • Tubuh terdiri dari kaki, massa visceral dan mantel. Bercangkang, system pencernaan yang lengkap, system sirkulasi terbuka dan tertutup. System saraf terdiri atas ganglion dan serabut saraf. Respirasi dengan insang atau rongga mantel. Ekskresi dengan nefridia, bereproduksi seksual secara internal atau eksternal dan bersifat dioseus (alat kelamin jantan dan betina terdapat pada individu yang berbeda) atau monoseus (alat kelamin jantan dan betina pada satu individu).
  • Dibedakan menjadi 3 kelas yaitu, Gastropoda, Pelecypoda dan Cephalopoda.

G. Phylum Arthropoda (Hewan Kaki Beruas)

Arthropoda

  • Hewan triploblastik selomata dengan simetri bilateral, memiliki kaki dan tubuh beruas, hidup di berbagai habitat secara bebas, parasit, komensal atau simbiotik.
  • Tubuh terdiri dari kaput (kepala), toraks (dada) dan abdomen (perut). Eksoskeleton (rangka luar), jumlah anggota tubuh beragam, system indra berkembang baik, system saraf tangga tali (sistem saraf yang terdiri dari ganglia otak di depan tubuh dekat dengan faring, dan tali saraf yang menembus segmen tubuh), system pencernaan lengkap, ekskresi melalui tubula malphigi (suatu saluran sebagai system ekskresi pada arthropoda) atau dibantu dengan kelenjar ekskresi tertentu.
  • Respirasi menggunakan insang, trakea atau paru-paru yang berbuku. System sirkulasi terbuka. Bersifat dioseus (alat kelamin jantan dan betina terdapat pada individu yang berbeda) dan reproduksi seksual secara internal dan mengalami ekdisis (peristiwa terlepasnya kutikula) sebagian bermetamorfosis.
  • Dibedakan menjadi 4 kelas berdasarkan struktur tubuh dan kaki yaitu Arachnoidea, Myriapoda, Crustacea dan Insecta.

H. Phylum Echinodermata (Hewan Berkulit Duri)

Echinodermata

  • Hewan triploblastik selomata dengan simetri bilateral, permukaan tubuh berduri, hidup bebas di dasar laut.
  • Duri tumpul atau runcing, memiliki system ambulakral, system saraf berupa cincin pusat saraf yang bercabang, system pencernaan yang lengkap dan tidak memiliki system ekskresi.
  • Respirasi menggunakan insang, system sirkulasi dengan cairan rongga tubuh. Bersifat dioseus dan reproduksi seksual secara eksternal dan dapat beregenerasi.
  • Dibedakan menjadi 5 kelas yaitu, Asteroidea, Ophiuroidea, Echinoidea, Holothuroidea dan Crinoidea.



https://www.gurupendidikan.co.id/kingdom-animalia/

Monday, November 16, 2020

[Kelas 8] Hukum Newton

Hukum Newton  adalah hukum yang menggambarkan hubungan antara gaya yang bekerja pada suatu benda dan gerak yang disebabkannya. Hukum gerak ini merupakan dasar mekanika klasik yang dijabarkan dalam tiga Hukum Fisika.

Sesuai namanya, hukum Newton pertama kali dikemukakan oleh Sir Isaac Newton (1643 – 1722), seorang ahli fisika, matematika, dan filsafat asal Inggris. Kala itu, ia menerbitkan sebuah karya berjudul Philosophiæ Naturalis Principia Mathematica, yang kemudian digunakan untuk menjelaskan dan meneliti gerak dari bermacam-macam benda fisik maupun sistem.

Suatu benda yang bergerak tidak bisa dijelaskan dengan logika, tetapi jika menggunakan hukum ini dapat dihitung berapa kecepatan serta jaraknya. Hal yang sama berlaku ketika benda jatuh dari atas ke bawah, atau benda berpindah dari suatu titik ke titik lain.


Hukum Newton I

“Jika resultan gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol, maka benda yang awalnya diam akan tetap diam. Benda yang awalnya bergerak lurus beraturan akan tetap lurus beraturan dengan kecepatan tetap.”

Berdasarkan hukum ini, kamu dapat memahami bahwa suatu benda cenderung mempertahankan keadaannya. Benda yang diam akan cenderung untuk tetap diam dan benda yang bergerak akan cenderung untuk tetap bergerak. Oleh karena itu, Hukum Newton I juga disebut sebagai hukum kelembaman atau hukum inersia (dideskripsikan oleh Galileo).

Contoh penerapan Hukum Newton I

  1. Ketika kendaraan yang sedang bergerak berhenti secara tiba-tiba, maka penumpang yang ada di dalamnya akan terdorong ke depan.
  2. Ketika kendaraan yang sedang berhenti tiba-tiba bergerak, secara otomatis penumpang yang ada di dalamnya akan terdorong ke belakang.
Rumus:


Hukum Newton II

“Percepatan dari suatu benda akan sebanding dengan jumlah gaya (resultan gaya) yang bekerja pada benda tersebut dan berbanding terbalik dengan massanya.”

Contoh penerapan hukum Newton II

  1. Mobil Truk yang membawa Massa (Benda) sedikit maka bisa mendapatkan percepatan yang lebih besar, daripada Mobil Truk yang membawa Muatan sangat banyak.
  2. Mengiring bola pada permukaan datar.
Rumus:
dengan:
F     = Gaya (Newton)
m    = Massa (kg)
a     = Percepatan (m/s^2)


Hukum Newton III

“Ketika suatu benda memberikan gaya pada benda kedua, benda kedua tersebut memberikan gaya yang sama besar tetapi berlawanan arah terhadap benda pertama.”

Contoh penerapan hukum Newton III

  1. Saat kita menekan Hidung, maka hidung juga menekan tangan kita dengan mendatangkan rasa sakit. Semakin keras kita menekannya, semakin besar sakit yang kita rasakan.
  2. Saat tangan kita memukul meja, maka meja tersebut akan memberikan gaya kembali kepada tangan kita dengan besar yang sama dan berlawanan arah dengan arah gaya yang kita berikan. Semakin keras kita memukul meja, maka semakin sakit juga tangan kita.
Rumus:

________________________________________________
Setelah mempelajari materi tersebut, tiba saatnya untuk menguji kemampuan diri dengan menekan gambar berikut:

Selamat mengerjakan...!!!



https://www.kelaspintar.id/blog/tips-pintar/hukum-newton-628/