Rangkaian listrik merupakan sebuah jalur electron
agar dapat mengalir dari sumber voltase atau arus listrik. Proses perpindahan electron
inilah yang kita kenal sebagai listrik. Electron dapat mengalir pada material
penghantar arus listrik, yakni konduktor.
Terdapat dua jenis rangkaian, yaitu rangkaian
seri, dan parallel. Rangkaian seri dan parallel dapat dikombinasikan yang akan
menjadi rangkaian kombinasi atau campuran.
A.RANGKAIAN
SERI
Rangkaian seri merupakan sebuah
rangkaian listrik yang komponennya disusun secara berderetan hanya melalui satu
jalur listrik. Komponen tersebut adalah sumber listrik, kabel, dan hambatan/resistor
(bisa berupa lampu). Contohnya seperti gambar berikut:
Pada rangkaian seri, arus listrik yang
mengalir besarnya sama disetiap elemen, dan dirumuskan dengan:
Sedangkan untuk total hambatan
resistor, merupakan penjumlahan masing-masing hambatan. Yang dirumuskan:
Rumus total hambatan resistor ini
berlaku juga untuk total voltase sumber listrik yang disusun secara seri, yang
dirumuskan:
Contoh soal :
Sebuah rangkaian seri seperti
gambar tersebut memiliki voltase baterai sebesar 9 Volt. Pada setiap lampu
memiliki hambatan masing-masing 1 Ω. Tentukan
besar :
a.Total hambatan
b.Arus listrik
yang mengalir
Pembahasan
a.Total hambatan
Untuk menentukan total hambatan
pada rangkaian seri, maka resistansi setiap hambatan di jumlah. Maka:
b.Arus listrik
yang mengalir
Ingat persamaan pada Hukum Ohm,
yaitu:
Maka,
B.RANGKAIAN
PARALEL
Rangkaian parallel merupakan
rangkaian listrik yang komponennya disusun sejajar dimana terdapat lebih dari
satu jalur listrik (bercabang). Contohnya seperti gambar berikut:
Pada rangkaian paralel, arus
listrik yang mengalir masuk harus sama dengan arus listrik yang keluar dari
percabangan, dan dirumuskan dengan:
Sedangkan untuk total hambatan
resistor, merupakan penjumlahan dari kebalikan hambatan tiap komponen. Yang
dirumuskan:
Rumus total hambatan resistor ini
berlaku juga untuk total voltase sumber listrik yang disusun secara paralel,
yang dirumuskan:
Contoh soal:
Tiga hambatan listrik disusun
secara parallel seperti pada gambar berikut:
Tentukan :
a.Besar total hambatan
b.Besar arus
total yang mengalir
Pembahasan:
a.Besar total
hambatan
Untuk menentukan besar total
hambatan pada rangkaian parallel menggunakan persamaan:
Biji merupakan bakal biji (ovulum) dari tumbuhan berbunga yang sudah matang. Biji dapat terlindung dengan organ lain (buah, pada Angiospermae atau Magnoliophyta) atau tidak (pada Gymnospermae).
Biji ialah embrio atau tumbuhan kecil yang mengalami perubahan maka masih bisa bertahan lebih lama pada keadaan yang kurang sesuai untuk pertumbuhannya.
Dengan begitu biji sudah menunjukan diri sebagai perkembangan penting dalam reproduksi dan pemencaran Spermatophyta (tumbuhan berbunga atau tumbuhan berbiji dibandingkan dengan tanaman yang lebih primitif seperti lumut, lumut hati dan pakis, yang tidak mempunyai biji dan menggunakan cara lain untuk menyebarkan diri.
Fungsi Biji Pada Tumbuhan
Biji memiliki fungsi sebagai tempat cadangan makanan bagi tumbuhan
Biji memiliki fungsi sebagai alat perkembangbiakan
Biji memiliki fungsi untuk membentuk tumbuhan baru
Jenis – Jenis Biji
Biji Terbuka
Tumbuhan berbiji terbuka atau yang dikenal dengan Gymnospermae merupakan tumbuhan yang bijinya tak tertutup dengan bakal buah. Tumbuhan berbiji terbuka mempunyai organ-organ tanaman seperti akar, batang, daun, pembuluh, dan strobilus.
Tumbuhan berbiji terbuka memiliki sistem perakaran tunggang dengan jenis batang bercabang-cabang dengan ukuran daun yang sempit, tebal, dan kaku. Bakal bijinya terbuka dan berada di bagian permukaan bakal buahnya, bakal tersebut tumbuh diluar megasporofil.
Biji Tertutup
Tumbuhan berbiji tertutup atau yang disebut juga Angiospermae mempunyai ciri-ciri khusus semua tumbuhan yang termasuk dalam tumbuhan berbiji tertutup mempunyai bunga.
Tumbuhan yang terkumpul dalam tumbuhan berbiji tertutup ini sangat bervariasi, dapat berupa tumbuhan pemanjat sampai tumbuhan yang menjulang tinggi. Tumbuhan berbiji tertutup ini bisa dibagi menjadi 2 kelas, yaitu tumbuhan berbiji tertutup dikotil dan monokotil.
Dikotil adalah tumbuhan yang mempunyai 2 buah keping biji yang pada prosesperkecambahannnya keping bijinya akan membelah menjadi 2 daun lembaga
Ciri-ciri tumbuhan dikotil adalah :
» Berakar tunggang » Tulang daunnya berbentuk menjari » Mempunyai kambium yang bisa tumbuh dan membesar pada bagian akar dan batang » Tidak mempunyai tudung akar untuk melindungi akar » Kelopak bunga berjumlah dua,empat,lima atau kelipatannya » Mempunyai batang yang bercabang-cabang » Berkas pengangkut pada batang terdiri dai bentuk lingkaran
Monokotil adalah kelompok tumbuhan berkeping biji tunggal dan hanya mempunyai satu dau lembaga.
Ciri-ciri tumbuhan monokotil :
» Memiliki akar serabut » Tulang daun berbentuk sejajar atau melengkung » Tidak mempunyai kambium » Kelopak bunga berjumlah tiga atau kelipatannya » Mempunyai batang beruas-ruas » Mempunyai tudung akar » Akar dan batang tidak bisa tumbuh membesar » Berkas pengangkut pada batang dalam bentuk tersebar
Struktur Anatomi Biji
Kulit biji merupakan bagian yang berada dibagian luar biji dan melapisi seluruh bagian biji.
Hipokotil merupakan bagian yang berada dibawah aksis (pangkal) yang menempel pada kotiledon.
Radikula terletak pada bagian terminal (ujung).
Epikotil merupakan bagian yang terletak pada atas pangkal.
Plumula merupakan bagian ujung, yaitu pucuk dengan sepasang daun.
Kotiledon merupakan bagian cadangan makanan
Bagian – Bagian Biji
1.Embrio
Embrio merupakan suatu tanaman baru yang terjadi dari bersatunya sel kelamin jantan dan betina pada suatu proses pembuahan. Embrio yang perkembangannya sempurna akan tersusun dari struktur-struktur sebagai berikut:
Epikotil (calon pucuk)
Hipokotil (calon akar)
Kotiledon (calon daun).
2.Jaringan Penyimpan Cadangan Makanan
Pada biji ada beberapa struktur yang dapat berfungsi sebagai jaringan penyimpan makanan yaitu :
Kotiledon : contohnya pada jenis kacang-kacangan (Legumes), semangka (citrullus vulgaris Schard), dan labu (Cucurbita lepo L)
Endoseperm : contohnya pada jagung (Zea mays L), gandum (Triticum aestivum L) dan golongan serealia lainnya. Pada kelapa (Cocos nusifera L) bagian dalamnya yang berwarna putih dan dapat dimakan adalah merupakan bagian endosermnya.
Perisperm : contohnya pada family chenopodiaceae (Beta vulgaris L) dan Caryophyllaceae (Dianthus sp dan Agros temaa sp)
Gametophyte betina yang haploid misalnya pada jenis Gymnospermae yaitu pinus (pinus sp).
Cadangan makanan yang tersimpan dalam biji umumnya terdiri dari karbohidrat, lemak, protein dan mineral. Komposisi dan persentasenya berbeda-beda tergantung pada jenis bijinya.
3.Pelindung Biji
Pelindung biji bisa tersusun dari kulit biji, sisa-sisa nucleus dan endosperm dan seringkali bagian dari buah. Namun umumnya kulit biji (testa) berasal dari integument ovule yang mengalami modifikasi selama proses pembentukan biji berlangsung.
Umumnya kulit biji keras dan kuat memiliki warna kecoklatan sementara bagian dalamnya tipis dan berselaput. Kulit biji ini berperan sebagai pelindung khususnya dari kekeringan, kerusakan mekanis, atau serangan cendawan, bakteri dan insektisida.
Buah adalah Bakal Buah(Sel Ovarium)yang telah mengalami pembentukan sempurna. Proses ini terjadi disebabkan, karena setiap Bakal Buah memiliki satu atau lebih Bakal Biji(Ovulum)yang masing-masing mengandung Sel Telur.
Bakal Biji tersebut akan mengalami proses Pembuahan yang diawali dengan peristiwa Penyerbukan (berpindahnya Serbuk Sari dari Kepala Sari melekat kepada Kepala Putik), kemudian Serbuk Sari akan mengalami Perkecambahan dan isinya akan tumbuh menjadi Buluh Sebuk Sari yang berisikan berupa Sperma.
Buluh Serbuk Sari akan mengalami proses pertumbuhan dengan menembus pada Tangkai Putik dan menjadi Bakal Biji, yang akan bersatu antara Sperma yang berasal dari dalam Serbuk Sari dengan Sel Telur yang terdapat dalam Bakal Biji, membentuk berupa Zigot yang bersifat Diploid.
Kemudian Zigot yang telah terbentuk akan mengalami perkembangan menjadi sebuah Embrio (Lembaga), Bakal Biji akan mengalami perkembangan menjadi Biji Buah, dan Dinding Bakal Buah (Perikarp) akan mengalami pembentukan menjadi Daging Buah atau membentuk lapisan pelindung yang kering dan keras.
Karakteristik Buah
Dalam pembentukan Buah, terkadang bagian dari Bunga selain Bakal Buah akan tetap ikut tumbuh dan tidak mengalami keguguran, hingga Bakal Buah mengalami pembesaran.
Pada peristiwa ini, Bakal Buah tidak akan mengalami perubahan antara bentuk dan sifat dari Buah itu sendiri. Berikut dibawah ini merupakan contohnya :
Daun Pelindung yang terdapat pada Tanaman Jagung, tidak mengalami keguguran pada Daunnya, dan akan menjadi Pembungkus Tongkol pada Jagung (Klobot).
Kelopak Daun yang terdapat pada Tanaman Terong dan Jambu, tidak mengalami keguguran pada Daunnya, dan akan ikut tumbuh serta pada Buah Terong atau Jambu.
Tangkai Kepala Putik yang terdapat pada Tanaman Jagung dan Jambu, akan ikut tumbuh serta pada Buah, yaitu Berupa rambut-rambut pada Jagung atau pada Jambu yang dapat dilihat pada bagian ujungnya.
Kepala Putik akan ikut tumbuh serta dan menunjukkan jumlah Daun Buah dan jumlah Ruangan Buah, yang terdapat pada Buah Manggis.
Tipe Buah
Buah pada umumnya digolongkan menjadi 2 macam tipe, yaitu Buah Tertutup (Buah Semu) dan Buah Telanjang (Buah Sejati). Berikut ini merupakan keterangannya :
1. Buah Tertutup (Semu)
Buah yang terbentuk dari pertumbuhan Bakal Buah yang diikuti dengan bagian-bagian pada Bunga, dimana bagian-bagian Bunga menjadi bagian utama dari pembentukan Buah itu sendiri.
Pada jenis proses pembentukan Buah Tertutup ini, bagian-bagian dari Bunga tersebut, akan menjadi komponen utama pada Buah, yang akan menjadi lebih besar, lebih menarik, dan dapat dikonsumsi oleh Manusia atau Hewan, sedangkan Buah yang sejatinya tersembunyi didalamnya.
Penggolongan Buah Tertutup (Semu)
Dalam bentuk Buah Tertutup (Semu) ini dapat digolongkan kembali menjadi 3 macam bentuk, yaitu sebagai berikut pada penjelasan dibawah ini :
A. Buah Tetutup Tunggal : Pembentukan buah yang terjadi antara Satu Bunga dengan Satu Bakal Buah. Pada jenis Buah Tertutup Tunggal ini, bagian-bagian pada Bunga akan mengikuti dalam pembentukan Buah itu sendiri.
Contoh : Tangkai Bunga yang terdapat pada buah Jambu Monyet (Annacardium Ocidentale) dan Kelopak Bunga yang terdapat pada buah Ciplukan (Physalis Minima).
B. Buah Tertutup Ganda : Pembentukan Buah yang terjadi antara Banyak Bunga dengan Banyak Bakal Buah. Pada jenis Buah Tertutup Tunggal ini, bagian-bagian Bunga akan mengikuti dalam pembentukan Buah dan lebih mencolok daripada Buah itu sendiri.
Contoh : Buah Arbe (Fragraria Vesca).
C. Buah Tertutup Majemuk : Pembentukan Buah yang terjadi dari Bunga Majemuk, dimana bentuknya dari luar akan terlihat seperti Satu Buah saja, tetapi pada dalamnya memiliki banyak sekali Daging Buah.
Contoh : Buah Nangka (Artocarpus Integra Merr).
2. Buah Telanjang (Sejati)
Buah yang terbentuk dari pertumbuhan Bakal Buah yang diikuti dengan bagian-bagian pada Bunga, tetapi bagian-bagian pada Bunga tersebut, bukanlah bagian komponen utama dalam pembentukan Buah itu sendiri.
Penggolangan Buah Telanjang (Sejati)
Dalam bentuk Buah Tertutup (Semu) ini dapat digolongkan kembali menjadi 3 macam bentuk, yaitu sebagai berikut pada penjelasan dibawah ini :
A. Buah Telanjang Tunggal : Pembentukan buah yang terjadi antara Satu Bunga dengan Satu Bakal Buah. Pada jenis pembentukan ini, dalam Buah berisikan Satu Biji atau Banyak Biji, tersusun antara Satu Daun Buah atau Banyak Daun Buah, dan memiliki Satu Ruangan atau Banyak Ruangan.
Contoh : Buah Mangga (Mangifera Indica) yang memiliki Satu Ruangan dengan Satu Biji Buah.
B. Buah Telanjang Ganda : Pembentukan buah yang terjadi antara Satu Bunga dengan Banyak Bakal Buah. Pada jenis pembentukan ini, masing-masing Bakal Buah akan menjadi Satu Buah.
Contoh : Buah Cempaka (Michellia Chempaca).
C. Buah Telanjang Majemuk : Pembentukan buah yang terjadi dari Bunga Majemuk, yang masing-masing sebagai pendukung Satu Bakal Buah. Tetapi pada saat Bakal Buah tersebut menjadi Buah, maka Bunga Majemuk akan tetap ikut serta didalam perkembangannya.
Contoh : Buah Panda (Pandanus Tectorius).
Fungsi Buah
Seperti yang telah diketahui, Buah terdiri dari 2 lapisan, yaitu Lapisan Luar (Eksokarp), Lapisan Tengah (Mesokarp), dan Lapisan Dalam (Endokarp). Oleh karena itu pada Buah memiliki fungsi sebagai berikut :
Buah berfungsi untuk membungkus dan melindungi biji yang terdapat didalamnya.
Buah berfungsi untuk menyediakan cadangan makanan pada saat proses perkecambahan.
Buah berfungsi sebagai sumber gizi yang akan dikonsumsi oleh Manusia dan Hewan.