Saturday, August 29, 2020

[Kelas 7] Jenis - Jenis Termometer

Pengertian Termometer

Termometer merupakan sebuah alat yang digunakan untuk mengukur suhu atau alat yang digunakan untuk menyatakan derajat panas atau dingin suatu benda. Termometer ini memanfaatkan sifat termometrik dari suatu zat, yakni perubahan dari sifat-sifat zat yang disebabkan perubahan suhu dari zat tersebut.

Kata Termometer berasal dari bahasa Latin thermo, yang artinya panas, dan meter, yang artinya untuk mengukur. Zat cair termometrik yaitu zat cair yang mudah mengalami suatu perubahan fisis jika dipanaskan atau didinginkan, misalnya air raksa dan alkohol. Termometer ini memiliki banyak jenis, antara lain termometer klinis, termometer dinding, termometer bimetal, dan termometer maksimum-minimum. Termometer yang paling sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari yaitu termometer air raksa.


Fungsi Termometer

Sebelum ke macam-macam termometer, mari kita membahas fungsi dari termometer terlebih dahulu. Termometer adalah alat yang mempunyai fungsi sebagai alat mengukur suhu, Fungsi mengukur suhu ini bermacam-macam yaitu sebagai berikut :

  • Fungsi mengukur suhu bisa dalam bidang kedokteran, yakni untuk mengetahui suhu tubuh manusia, apakah suhu tubuh kita demam atau tidak.
  • Termomter juga berfungsi untuk mengetahui suhu kamar
  • untuk mengetahui berapa suhu oven untuk memasak dan sebagainya.


Jenis-Jenis Termometer

1. Termometer Air Raksa

termometer air raksa

Termometer air raksa ialah sebuah termometer cairan yang menggunakan air raksa sebagai pengisinya. Termometer air raksa ialah thermometer yang sering digunakan dibandingkan dengan termometer alkohol. Termometer air raksa sering disebut dengan termometer maksimum karena bisa mengukur suhu yang sangat tinggi. Jika suhu panas, air raksa akan memuai sehingga kita akan melihat air raksa pada tabung kaca naik. Ketika suhu turun, air raksa akan tetap berada pada posisi ketika suhu panas. Hal itu disebabkan adanya sebuah konstraksi yang menghambat air raksa untuk kembali ke keadaan semula. OIeh sebab itu, untuk mengembalikan air raksa ke posisi dasar, kita harus mengocok-ngocok termometer ini dengan kuat.

Cara Menggunakan Termometer Air Raksa

Cara pakai termometer ini adalah dengan diselipkan ke ketiak atau ke dalam mulut. Butiran air raksanya akan bergerak naik ke ruang kosong dalam tabung dan berhenti pada angka yang menunjukkan suhu tubuh Anda.


2. Termometer Alkohol

termometer alkohol

Termometer alkohol ialah sebuah termometer cairan yang menggunakan alkohol sebagai pengisinya. Alkohol ini lebih peka daripada air raksa sehingga ketika memuai, perubahan pada volumenya lebih terlihat jelas. Termometer alkohol ini disebut juga termometer minimum karena dapat mengukur suhu yang sangat rendah.

Cara Menggunakan Termometer Alkohol

Untuk menghindari suatu gaya gravitasi bumi, termometer minimum diletakkan pada bidang mendatar. jika suhu dingin, cairan alkohol akan bergerak ke kiri dan membawa indeks penunjuk berwarna. Sebaliknya, jika suhu naik, indeks penunjuk berwarna akan tetap berada di posisinya walaupun cairan alkohol mengembang dan bergerak ke kanan.


3. Termometer Digital Atau Klinis

Termometer Digital

Termometer klinis yiatu jenis termometer yang digunakan untuk mengukur suhu badan yang banyak dimanfaatkan dalam bidang kedokteran. Suhu badan mampu diukur dengan termometer klinis melalui rongga mulut, ketiak, atau di antara lekukan tubuh lainnya. Suhu manusia normal berkisar pada 37°C dan tidak pernah lebih rendah dan 35°C dan tidak pernah lebih dari 42°C. Termometer klinis ini dapat dibedakan menjadi dua, yakni termometer klinis analog dan termometer klinis digital. Perbedaan keduanya yaitu terletak pada penampilan nilai suhu. Pada termometer klinis analog, nilai suhu ditampilkan oleh naiknya air raksa dan untuk mengetahui nilainya dengan melihat angka yang dicapai oleh air raksa pada pipa kapiler. Sementara pada termometer klinis digital, nilai suhu ditampilkan langsung dalam sebuah bentuk angka yang tertera pada layar kecil termometer.

Cara Menggunakan Termometer Digital Atau Klinis

Cara menggunakan temometer digital di bagi menjadi 3 cara yaitu dapat digunakan dengan cara dipasang di mulut, di bawah ketiak, dan bisa juga dimasukkan ke dalam rektum. Untuk Lebih jelasnya lagi simak ulasannya :

a. Cara menggunakan termometer digital di mulut

Cara yang satu ini sebenarnya bisa dilakukan untuk semua umur, tapi penggunaan pada anak-anak lebih direkomendasikan untuk anak di atas 4 tahun. Cara menggunakannya yaitu sebagai berikut :

  • Pastikan tidak ada makanan atau minuman yang masuk ke mulut dalam 15 menit terakhir
  • Buka mulut
  • Letakkan sensor termometer di bawah mulut
  • Tutup mulut dan diamkan hingga terdengar bunyi ‘biip’ yang menandakan termometer sudah selesi mengukur suhu.

b. Cara menggunakan termometer digital di bawah ketiak

Sama seperti penggunaan di mulut, penggunaan di ketiak juga dapat dilakukan untuk semua usia. Cara menggunakannya yaitu sebagai berikut:

  • Lepas baju
  • Himpit termometer di ketiak dan pastikan bagian sensor bersentuhan dengan kulit
  • Tahan hingga termometer berbunyi dan selesai mengukur suhu.

c. Cara menggunakan termometer digital di anus

Penggunaan termometer di anus biasanya dilakukan pada bayi dengan usia di bawah 3 bulan. Cara menggunakannya yaitu sebagai berikut:

  • Oleskan pelembap pada bagian anus.
  • Tempatkan temometer dengan lembut sekitar ½ inci ke dalam anus.
  • Tahan temometer menggunakan tanggan dan tunggu hingga sensor berbunyi.

4. Termometer Inframerah

Termometer Inframerah

Jenis Termometer inframerah ini digunakan untuk mengukur suhu benda yang sangat panas. benda yang bergerak cepat, atau benda yang tidak bisa disentuh karena berbahaya. Termometer inframerah bisa juga disebut dengan termometer laser,bila menggunakan sinar laser untuk mengukur suhu benda

Cara Menggunakan Termometer Inframerah

  • Cara pakai termometer ini berbeda dari umumnya karena tidak perlu dimasukkan atau ditempelkan pada bagian tubuh tertentu. Cukup dekatkan ujung termometer yang memiliki sensor pada lubang telinga atau permukaan dahi dan nyalakan.
  • Pastikan untuk meletakkan ujung sensor tidak terlalu dalam atau terlalu jauh dari target. Nantinya dari ujung termometer itu akan “ditembakkan” sinar inframerah yang membaca panas tubuh.

5. Termometer Bimetal Mekanik

Termometer Bimetal Mekanik

Termometer bimetal mekanik ialah jenis termometer yang terbuat dari dua buah kepingan logam yang mempunyai koefisien muai yang berbeda. Bimetal adalah sebuah gabungan dari dua kata, yaitu bi dan metal. Bi artinya duo dan metal artinya logam. Dua kepingan logam pada termometer bimetal mekanik akan melengkung bila terjadi perubahan suhu. Prinsip kerja dari termometer bimetal ialah pada suhu tinggi, keping bimetal akan melengkung ke arah logam yang memiliki koefisien muai lebih tinggi. dan Sebaliknya, jika suhu rendah, keping bimetal akan melengkung ke arah logam yang mempunyai koefisien muai yang lebih rendah.


Cara Kerja Termometer

Cara kerja termometer secara garis besar bisa dijelaskan sebagai berikut ini :

  • Bila pada tandon zat cair terkena (dikenai) panas (bisa berupa panas dari benda) zat cair dalam tandon akan mengembang (memuai).
  • Oleh karena zat cair dalam tandon memuai, zat cair tersebut masuk ke celah kapiler. Terus, zat cair tersebut berhenti pada skala suhu tertentu. Skala itulah yang menunjukkan suhu benda yang bersangkutan.



https://seputarilmu.com/2020/02/jenis-jenis-termometer.html

[Kelas 7] Sejarah Termometer

Para ahli astronomi dan ahli ilmu alam telah melakukan berbagai usaha untuk dapat menciptakan alat yang dapat mengukur suhu, Jauh Sebelum termometer ditemukan. Mereka mengetahui bahwa temperatur dapat membuat zat memuai. Untuk itu, mereka menggunakan ukuran muai zat sebagai patokan dalam mengukur temperatur. Namun penemuan alat pengukur temperatur tidak dapat dengan mudah diciptakan. Para ahli perlu menemukan zat yang tepat, teknik yang tepat dan skala yang tepat pula untuk dapat mengukur secara cermat. Berikut para ilmuwan yang berperan dalam pengembangan termometer:

Galileo Galile
Termoneter buatan Galileo Galile diciptakan dengan menggunakan pemuaian udara pada tahun 1593, selanjutnya alat ini denamakan termoskop. Secara kasar alat ini sudah dapat mengukur temperatur walaupun masih tergolong sangat sederhana.

Termometer Galileo Galilei
Termoskop galileo terdiri atas bola gelas sebesar telur ayam yang dihubungkan dengan pipa panjang tertutup berisi air. Di dalam cairan digantungkan sejumlah beban. Umumnya beban tersebut dilekatkan pada bola kaca tersegel yang berisi cairan berwarna untuk efek estetika. Saat suhu berubah, kerapatan cairan di dalam silinder turut berubah yang menyebabkan bola kaca bergerak timbul atau tenggelam untuk mencapai posisi di mana kerapatannya sama dengan cairan sekelilingnya atau terhenti oleh bola kaca lainnya. Bila perbedaan kerapatan bola kaca sangat kecil dan terurutkan sedemikian rupa sehingga yang kurang rapat berada di atas dan yang terapat berada di bawah, hal tersebut dapat membentuk suatu skala suhu.
Photo termometer galileo

Ferdinand II
Ferdinand II adalah seorang bangsawan Tuscany dari Florence, ia menciptakan termometer yang lebih baik. Udara di dalam bola gelas digantikan dengan anggur atau alkh0h0l. Kedua titik tetapnya adalah temperatur pada musim dingin yang terdingin serta temperatur pada musim panas yang terpanas. Sejak penemuan Amontons dan Ferdinand, kemudian banyak bermunculan usulan mengenai titik patokan. Ada yang mengusulkan penggunaan satu titik patokan saja, tetapi ada pula yang mengusulkan dua titik patokan.

Gabriel Daniel Fahrenheit
Gabriel Daniel Fahrenheit terdorong untuk membuat termometer guna melihat gejala alam di bidang temperatur setelah membaca sejarah ilmu yang mengisahkan penemuan Amotons tentang titik didih air yang tetap. Fahrenheit mengulang disain termometer serta menggunakan air raksa sebagai zat pengukurnya.
Akhirnya pada tahun 1714, Fahrenheit berhasil menciptakan termometer raksa. Inilah termometer yang benar-benar cermat dan teliti. Skala pada termometer ini dikenal sebagai derajat Fahrenheit.
Berikut kelebihan penggunaan raksa dalam alat ukur temperatur jika dibandingkan dengan menggunakan air:
  • Jangkauan suhu raksa cukup lebar. Raksa membeku pada suhu -40°C dan mendidih pada suhu 360°C.
  • Unsur logam transisi ini berwarna keperakan, sehingga dapat mudah dilihat karena mengkilat.
  • Raksa tidak membasahi diding pipa kapiler pada termometer sehingga pengukurannya menjadi teliti.
  • Pemuaian Raksa cukup teratur dari temperatur ke temperatur.

Rene Antoine Ferchault de Reamur
Penemuan populer yang dilakukan oleh Rene Antoine Ferchault de Reamur pada tahun 1730 adalah ia telah menyusun suatu skala temperatur baru dan dikenal dengan skala Reamur. Dalam percobaannya ia menggunakan campuran anggur dan air dalam bandingan 4 dan 1.

Anders Celcius
Seorang ahli astronomi Swedia di Universitas Upsala, Anders Celcius pada tahun 1742, membagi jarak di antar titik beku dan titik didih air ke dalam 100 bagian. Skala inipun dikenal dengan skala celcius atau skala centigrade. Pada skala celcius, 0°C adalah titik dimana air membeku dan 100°C adalah titik dimana air mendidih. Skala inilah yang paling sering digunakan di dunia.

Lord Kelvin
Pada tahun 1848, Fisikawan Skotlandia, Lord Kelvin, menyatakan pentingnya fenomena hubungan suhu-volume atau Hukum Charles dan Gay-Lussac. Sebagai contoh, bila kita mempelajari hubungan suhu - volume pada berbagai tekanan. Pada suatu nilai tekanan yang ditentukan, plot dari volume terhadap suhu menghasilkan garis lurus. Dengan memperpanjang garis ke volume nol, diperoleh perpotongan pada sumbu suhu dengan nilai -273,15°C. Pada tekanan lainnya, diperoleh garis lurus yang berbeda dari plot antara volume suhu , namun diperoleh pula perpotonga suhu pada volume nol yang sama, yaitu pada -273,15°C. (Raymond Chang, 2005: 130) .




https://kumpulanpenemudunia.blogspot.com/2016/04/sejarah-termometer.html

Tuesday, August 25, 2020

[Kelas 8] Struktur dan Fungsi Bunga

Bunga menjadi salah satu bagian tumbuhan yang penting. Peran bunga pada tumbuhan adalah sebagai alat perkembangbiakan secara generatif, perkembangbiakan secara kawin. Alat perkembangbiakan bunga terdiri atas putik dan benangsari. Selain mempunyai dua jenis alat perkembangbiakan, bunga dilengkapi oleh penyusun bunga lainnya. Komponen penyusun bunga merupakan bagian-bagian bunga yang berperan sesuai fungsinya masing-masing. Ada berbagai macam bunga yang dimiliki oleh tumbuhan. Sebagian besar bunga memiliki bentuk dan warna yang cantik. Meskipun ada beberapa bunga yang memiliki bentuk dan warna yang biasa.

Secara umum, bagian-bagian bunga yang lengkap meliputi tangkai bunga, kelopak bunga, dasar bunga, mahkota, benang sari, dan putik. Bagian bunga yang berperan sebagai alat perkembangbiakan adalah putik dan benangsari. Alat perkembangbiakan betina diwakili oleh putik. Dan alat perkembangbiakan jantan diwakili oleh benang sari. Perhatikan bagian-bagian bunga dan keterangan struktur bunga melalui gambar di bawah.

Bagian-Bagian Bunga  

Fungsi dari masing-masing bagian bunga dapat disimak melalui keterangan di bawah.

  1. Tangkai Bunga: bagian bunga yang berada pada bagian bawah bunga. Fungsi tangkai bunga adalah menopang bunga dan menghubungkannya dengan bagian tumbuhan lainnya.
  1. Dasar Bunga: berfungsi sebagai tempat melekatnya mahkota bunga.
  1. Kelopak Bunga: bagian bunga paling luar yang menyelimuti mahkota ketika masih kuncup. Fungsi dari kelopak bunga adalah melindungi mahkota bunga ketika masih kuncup. Kelopak bunga akan terbuka ketika mahkota mekar.
  1. Mahkota Bunga: merupakan bagian bunga yang mempunyai bentuk paling indah, memiliki warna tertentu. Fungsi mahkota bunga digunakan untuk menarik serangga. Keberadaan serangga yang hinggap pada bunga akan membantu proses penyerbukan.
  1. Benang Sari: merupakan alat kelamin jantan, terdiri atas tangkai sari, kepala sari, dan serbuk sari.
  1. Putik: merupakan alat kelamin betina, terdiri atas kepala putik, tangkai putik, dan bakal buah.

 

Pengelompokan Bunga

Bunga dikelompokkan ke dalam beberapa pengelompokan berdasarkan kriteria tertentu. Pengelompokan bunga yang akan dibahas di sini didasarkan oleh dua kriteria. Pertama adalah pengelompokan bunga berdasarkan kelengkapan alat perkembangbiakannya. Ke dua adalah pengelompokan bunga berdasarkan kelengkapan bagian-bagian bunga.

Berdasarkan kelengkapan alat perkembangbiakan atau alat kelaminnya, bunga dibedakan menjadi dua yaitu bunga sempurna dan bunga tidak sempurna.

Bunga Tidak Sempurna

Bunga Pepaya gantung organik baru petik | Shopee Indonesia

Kelompok bunga yang disebut sebagai bunga tidak sempurna ditandai dengan adanya satu alat perkembangbiakan. Bisa hanya terdiri atas benang sari saja atau hanya putik saja. Contoh bunga yang termasuk ke dalam bunga tidak lengkap adalah bunga pepaya dan bunga salak.

Bunga Sempurna

Nggak Cuma Indah, Ini 7 Manfaat Rahasia dari Kembang Sepatu

Kelompok bunga yang disebut bunga sempurna adalah bunga yang memiliki dua alat perkembangbiakan dalam satu bunga. Artinya, putik dan benangsari menyusun bagian-bagian bunga sempurna. Contoh bunga yang termasuk ke dalam bunga sempurna adalah bunga sepatu dan bunga tulip.

 

Berdasarkan kelengkapan penyusun bunga, bunga dibedakan menjadi dua yaitu bunga lengkap dan bunga tidak lengkap.

Bunga Tidak Lengkap

Jual Azzahra berkah bibitku Bunga Kamboja Super Pink Putih Tanaman ...

Bunga dikelompokan ke dalam bunga tidak lengkap jika tidak memiliki salah satu bagian-bagian bunga yang terdiri atas kelopak bunga, mahkota bunga, putik, atau benangsari. Contoh bunga tidak lengkap dimiliki oleh bunga kamboja dan bunga kelapa.

Bunga Lengkap

Bagian-Bagian Bunga Lengkap

Kategori bunga lengkap dapat dilihat dari adanya kelopak bunga, mahkota bunga, putik, dan benang sari. Contoh bunga lengkap dapat dilihat pada bunga sepatu, bunga mawar, bunga bakung, dan sejenis bunga lainnya.

 

 

 

 

https://idschool.net/sd/bagian-bagian-bunga-dan-fungsinya/

[Kelas 7] Cara Membaca Skala Mikrometer Sekrup

Cara Menggunakan Mikrometer Sekrup

Prinsip kerja mikrometer sekrup adalah menggunakan suatu sekrup untuk memperbesar jarak yang terlalu kecil untuk diukur secara langsung menjadi putaran suatu sekrup lain yang lebih besar dan dapat dilihat skalanya.

Cara menggunakan mikrometer sekrup adalah:

  1. Objek yang ingin diukur diletakkan menempel dengan bagian poros tetap.
  2. Setelah itu, bagian thimble diputar hingga objek terjepit oleh poros tetap dan poros geser.
  3. Bagian ratchet dapat diputar untuk menghasilkan perhitungan yang lebih presisi dengan menggerakkan poros geser secara perlahan.
  4. Setelah yakin bahwa objek benar-benar terjepit diantara kedua poros, hasil pengukuran dapat dibaca di skala utama dan skala nonius.

 

Cara Membaca Mikrometer Sekrup

Pembacaan mikrometer sekrup dilakukan pada dua bagian, yaitu di skala utama dan di skala nonius atau Vernier. Skala utama dapat dibaca di bagian sleeve dan skala nonius dapat dibaca di bagian thimble.

cara membaca mikrometer sekrup

Sumber gambar: miniphysics.com

Pada contoh pengukuran di atas, cara membaca mikrometer sekrup tersebut adalah:

  • Untuk skala utama, dapat dilihat bahwa posisi thimble telah melewati angka “5” di bagian atas, dan pada bagian bawah garis horizontal telah melewati 1 strip. 0.5mm. Artinya, pada bagian ini didapat hasil pengukuran 5 + 0.5 mm = 5.5 mm. Pengukuran juga dapat dilakukan dengan prinsip bahwa setiap 1 strip menandakan jarak 0.5mm. Dikarenakan terlewati 5 strip di atas garis horizontal dan 6 strip di bawah garis horizontal, maka total jarak adalah (5+6) x 0.5mm = 5.5mm
  • Pada bagian kedua, terlihat garis horizontal di skala utama berhimpit dengan angka 28 di skala nonius. Artinya, pada skala nonius didapatkan tambahan panjang 0.28mm
  • Maka, hasil akhir pengukuran mikrometer sekrup pada contoh ini adalah 5.5 + 0.28 = 5.78mm. Hasil ini memiliki ketelitian sebesar 0.01 mm.

_______________________________________________

CONTOH 1

Jika pada suatu pengukuran didapatkan gambar skala utama dan skala nonius sebagai berikut, berapa panjang dari benda yang diukur?

contoh soal mikrometer sekrup

Jawaban

Skala utama = 4 mm

Skala nonius = 0,30 mm

Maka, hasil pengukuran = Skala utama + skala nonius = 4 +0,3 = 4,30 mm

 _____________________________________________

Masih bingung???
Yuk simak contoh 2 berikut


Berapa ketebalan kawat tembaga yang diukur dengan mikrometer sekrup berikut?

contoh soal 2

Jawaban

Skala utama = 1,5 mm

Skala nonius = 0,30 mm

Maka, hasil pengukuran = Skala utama + skala nonius = 1,5 + 0,3 = 1,80 mm.

 

 

https://www.studiobelajar.com/mikrometer-sekrup/

 

[Kelas 8] Jaringan Pada Daun

Daun merupakan organ tumbuhan yang penting. Di dalam daun terjadi proses fotosintesis yang menghasilkan makanan bagi tumbuhan itu sendiri. Di dalam dau pula terdapat susunan jaringan yang memiliki peran sesuai fungsinya masing-masing.

Struktur Jaringan Daun Dan Urat Daun Tumbuhan Dicotyledoneae   

Jaringan Epidermis

Epidermis pada daun berada pada bagian permukaan, dimana ada di atas daun atau dikenal dengan sebutan sebagai permukaan adaksial. Didalam bagian lapisan ini tidak tersedia sebuah ruang antar sel – sel, diantara bagian dari sel epidermis terdapat bagian sel penjaga yang memiliki fungsi dalam membantu pembentukan stomata.

 

Stomata

Stomata : Pengertian, Letak, Fungsi dan Tipe Stomata Pada Daun ...

Fungsi dari stomata sendiri ialah sebagai tempat dimana digunakan dalam proses pertukaran gas serta juga proses pertukaran air. Stomata yang berada pada bagian permukaan daun terletak secara menyebar dan juga mempunya volume jauh lebih banyak dibandingkan dengan bagian permukaan yang berada di atas daun tersebut.

Didalam tumbuhan terestrial, stomata sendiri umumnya banyak ditemukan pada area bagian permukaan, dimana berada di bawah daun. Sedangkan didalam tumbuhan yang hidup di air, stomata dapat lebih banyak ditemukan pada bagian permukaan yang ada di atas daun.

 

Kutikula

Fungsi Kutikula Pada Tumbuhan | Siswapedia

Kutikula merupakan bagian yang mengalami pembentukan dari sebuah proses penebalan di bagian dinding sel luar dari epidermis bagian atas tersebut. Kutikula yang digunakan dalam upaya mencegah proses penguapan, dapat berfungsi untuk mengurangi kadar hilangnya air yang dapat terjadi melalu epidermis bagian atas.

 

 Jaringan Tiang / Palisade

Jaringan Palisade merupakan salah satu jaringan yang termasuk pada bagian jaringan mesofil atau dengan kata lain adalah Jaringan Tiang yang dimiliki berbagai macam daun. Hal tersebut merupakan sebutan jaringan palisade, jaringan memiliki susunan Sel yang merupakan jaringan mesofil, karena berfungsi sebagai pengisi diantara jaringan lain. Sehingga dapat diketahui bahwa jaringan ini terletak diantara dalam sel-sel yang terdapat di dalam jaringan mesofil tersebut

 

Jaringan Bunga Karang / Sponsa

Jaringan spons ( jaringan bunga karang ) pada daun merupakan bagian dari parenkim dari daun itu sendiri. Jaringan parenkim yang menyusun daun tersebut disebut dengan jaringan mesofil pada daun atau daging daun. Salah satu bagian parenkim itu sendiri adalah jaringan spons atau jaringan bunga karang yakni jaringan yang memiliki bentuk seperti sel –  sel parenkim yakni hexagonal yang tersusun sangat longgar sehingga terdapat rongga antar sel yang cukup besar.

Jaringan spons ( jaringan bunga karang ) pada daun ini terletak persis  di bawah lapisan palisande. Area ini adalah area longgar yang dikemas dengan banyak kantong udara. Sel –  sel yang lebih berbentuk bola  dari silinder lebih berbentuk seperi sel –  sel di lapisan palisande.  Adapun kantung udara besar tersebut memungkinkan untuk pertukaran gas antara daerah yang berbeda dari daun.


Sel –  sel di dalam lapisan ini berisi beberapa kloroplas dan karena itu, umumnya tidak bertanggung jawab untuk proses fotosintesis pada tumbuhan. Hal ini tentunya masuk akal ya sobat, karena lapisan yang lebih jauh ke daun yang mana tidak akan mendapatkan banyak sinar matahari sebagai lapisan palisade, yang konon lebih dekat dengan permukaan daun.

Berikut ini adalah beberapa fungsi dari jaringan spons ( jaringan bunga karang ) pada daun, antara laijn adalah sebagai berikut :

  1. Sebagai jaringan yang berfungsi sebagai tempat kantong udara pada daun yang bertugas dalam hal pertukaran gas yang ikatan pembuluhnya mengandung xilem dan floem.
  2. Sebagai jaringan yang berfungsi tempat ikatan pembuluh darah dari daun itu sendiri
  3. Sebagai jaringan yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan hasil dari fotodintesin yang dihasilkan oleh jaringan palisade.
  4. Sebagai jaringan yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan gas serta oksigen yang dibutuhkan oleh daun.
 
Pembuluh Angkut

Jaringan pembuluh disebut juga jaringan angkut atau pengangkut ( transportasi ). Jaringan pengangkut terdiri atas xilem (pembuluh kayu) dan floem (pembuluh tapis).  Jaringan pembuluh merupakan kompleks xylem-floem. Umumnya akar hanya mempunyai xylem, sedangkan batang mempunyai keduanya (xylem dan floem).




 

 

https://rumusrumus.com/jaringan-pada-daun/ 

https://rumus.co.id/jaringan-palisade/

https://dosenbiologi.com/tumbuhan/jaringan-spons-pada-daun

http://kimeni-kim.blogspot.com/2012/11/jaringan-pembuluh-xilem-dan-floem.html